126 Polisi Dikerahkan Amankan 21 SPBU

Hariansragen.com -  SragenNEWS, Meningkatnya potensi kerawanan penyimpangan dan tindak kriminal menjelang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) membuat Dinas Perdagangan dan Polres Sragen mulai waspada. Untuk mengantisipasi potensi tersebut, dinas dan Polres sama-sama mengintensifkan pengawasan dan pengamanan terhadap 21 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang ada di wilayah Bumi Sukowati.

Wakapolres Sragen, Kompol Hartolo mewakili Kapolres AKBP Dhani Hernando mengatakan pihaknya sudah menyiagakan 126 personel yang ditugaskan mengawasi dan mengamankan 21 SPBU yang ada. Selain menindaklanjuti instruksi Polda Jateng, langkah tersebut juga sebagai antisipasi dini untuk menghindari segala bentuk penyimpangan yang kemungkinan terjadi menjelang kenaikan BBM.

Dari 126 personel tersebut ditugaskan menyebar dengan komposisi setiap SPBU akan diawasi oleh satu tim berjumlah enam personel. Mereka bertugas secara bergiliran selama 24 jam untuk menjalankan fungsi pengawasan maupun pengamanan. “Pola pengawasan menyesuaikan dengan situasi. Jika situasi dan antrean di SPBU masih normal, mungkin hanya sebatas patroli namun seandainya kondisi antrean cukup padat dan ada potensi kerawanan, mereka baru akan bersiaga di lokasi,” paparnya, Kamis (13/6).

Menurutnya, pengamanan menjadi bagian penting mengingat masa menjelang kenaikan BBM biasanya sangat rentan terhadap potensi penyimpangan maupun penimbunan. Selain itu, potensi panic buying (aksi borong) yang biasanya mewarnai setiap isu kenaikan, juga berpotensi rawan tindak kriminal sepeti pencopetan atau potensi kericuhan karena ketidaksabaran mengantre. Pengamanan ini akan terus dilakukan setiap hari sampai situasi tenang.

Sementara, Kepala Dinas Perdagangan Sragen, Heru Martono mengatakan pihaknya juga sudah menerjunkan petugas untuk melakukan pantauan rutin setiap hari ke seluruh SPBU. Langkah itu dimaksudkan untuk menghindari kemungkinan terjadinya penimbunan atau kerawanan penyimpangan distribusi yang bisa terjadi pada situasi saat ini. “Tiap hari petugas kita terjunkan ke lapangan untuk ngecek SPBU. Mereka kita tugaskan memantau sampai nanti realisasi kenaikan harga. Karena sampai saat ini kita juga belum tahu kapan mau naik, tapi wacananya kan sudah digulirkan pemerintah,” urainya.

Ia juga mewanti-wanti semua SPBU untuk tetap menaati aturan. Sebab jika sampai melakukan praktik penimbunan atau penyimpangan, maka tidak hanya berhadapan dengan sanksi, namun juga dengan aturan dan hukum.

Sumber : Joglosemar.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Sales Contact

INFO IKLAN

Untuk informasi pemasangan iklan dan pemesanan khusus creative iklan dapat menghubungi marketing hariansragen.com melalui e-mail:


Email : hariansragen@gmail.com