Sumber Air Tercemar, 15.000 Warga Masaran Terancam

Hariansragen.com , SragenNEWS -Derajat kesehatan 15.000 jiwa di lima desa di wilayah Kecamatan Masaran di bawah ancaman. Pasalnya, hasil uji laboratorium terhadap kualitas sumber air di permukiman warga menunjukkan air di wilayah tersebut dinyatakan tidak layak konsumsi karena positif mengandung logam berat.

Ketua DPRD Sragen, Sugiyamto mengungkapkan hasil uji lab dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta di sejumlah desa di Masaran itu memang menyimpulkan kualitas air di permukiman penduduk di wilayah sepanjang aliran Bengawan Solo sudah tidak layak konsumsi. Tidak hanya aktivitas mandi cuci kakus (MCK), sumber air di wilayah itu juga dinyatakan tidak layak untuk pengairan.

“Hasil uji lab UNS kualitas airnya memang tidak layak karena mengandung logam berat. Jangankan untuk dikonsumsi, untuk mandi dan cuci pakaian saja tidak layak. Baju warna putih tiga kali dicuci pakai air sumur dalam sudah berubah warna jadi kuning,” paparnya, Jumat (7/6).

Lebih parah lagi, air di wilayah tersebut juga berbahaya untuk pertanian. Menurut pantauannya, banyak petani yang mengeluhkan padi yang diairi pakai air dari sepanjang Bengawan Solo, tidak laku dijual karena menghasilkan beras yang warnanya kehitaman serta rasanya berubah.

Menurutnya, pencemaran ini sudah merambah sedikitnya 15.000 jiwa yang tersebar di lima desa yakni Pilang, Kliwonan, Jati, Sidodadi, dan Pringanom. Wilayah Pilang dan Kliwonan yang penduduknya mencapai 10.000 jiwa adalah yang terparah, sementara di wilayah Jati, Sidodadi, dan Pringanom diperkirakan yang terancam mencapai 5.000 jiwa.

Kades Pilang, Suwanto membenarkan jika hasil uji lab terhadap air sumur di wilayahnya yang dinyatakan positif mengandung logam berat. Kendati begitu, karena mayoritas warga dari kalangan ekonomi menengah ke bawah, mereka terpaksa mengonsumsi air yang sudah tercemar itu.

Sedangkan untuk warga ekonomi menengah ke atas, memilih membeli air mineral pasokan dari mata air Tunggon dengan harga Rp 3.000 per jeriken. Suwanto mengatakan, semua penduduk di desanya yang berjumlah 1.060 kepala keluarga (KK) dengan jumlah penduduk 4.220 jiwa, seluruhnya berada di radius tercemar. Oleh karenanya hampir 90 persen warga berharap segera ada pelayanan air bersih dari PDAM .

Senada, Kades Kliwonan, Mulyoto menyampaikan hasil uji lab air di wilayahnya menunjukkan kandungan unsur mineral dalam air atau TDS (Total Dissolved Solids) sudah jauh di atas ambang yang ditentukan. Dari uji lab, kandungan TDS air di wilayahnya mencapai angka 400, sedangkan TDS air yang layak konsumsi tidak boleh melebihi angka 200. Jumlah penduduknya yang berada di radius berbahaya ini ada 6.000 jiwa dari total 3.000-an KK.

Sumber : joglosemar.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Sales Contact

INFO IKLAN

Untuk informasi pemasangan iklan dan pemesanan khusus creative iklan dapat menghubungi marketing hariansragen.com melalui e-mail:


Email : hariansragen@gmail.com