Padepokan Santri Luwung Sragen Dihancurkan

SragenNEWS – Padepokan Santri Luwung Bumi Arum di Dukuh Bedowo RT 2 RW VII, Desa Jetak, Kecamatan Sidoharjo dihancurkan karena telah melanggar izin peruntukan dan kegiatannya ditengarai beraliran sesat, Jumat (4/10). Padepokan yang berdiri sejak tahun 2006 itu dihancurkan oleh pimpinan sekaligus pemiliknya, Anto Miharjo alias Gus Antok yang mengaku sudah tobat dan menyadari kesalahan atas kegiatan padepokan yang selama ini kurang sesuai dengan syariat Islam.

Penghancuran itu juga sebagai akhir atas konflik berkepanjangan antara pemilik dengan warga dalam sepekan terakhir. Aksi penghancuran kemarin diawali dengan audiensi antara warga sekitar, tokoh masyarakat, perwakilan Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sragen, serta seluruh jajaran Muspida. Audiensi yang dihadiri Sekda Tatag Prabawanto, Kapolres Sragen AKBP Dhani Hernando, dan Dandim 0725/Srg Letkol (Inf) R Wahyu Sugiyarto itu sempat memanas.

Setelah pemiliknya mengakui bertobat dan siap menutup padepokan, kemarahan warga mereda. Namun mereka tetap menuntut agar padepokan ditutup dan bangunan beraroma kemusyrikan di dalamnya dihancurkan. Mereka bersama aparat kemudian menggiring Gus Antok untuk secara simbolis menghancurkan batu-batu alas pasujudan di kompleks sendang bagian dalam padepokan yang selama ini digunakan untuk bersujud bagi para pengikut Gus Antok.

Ketua RW 7 Dukuh Bedowo, Agus Wahyono mengatakan tuntutan penghancuran dikarenakan sejak awal dibangun hingga tujuh tahun berdiri, pemilik padepokan tidak pernah meminta izin ke warga dan tidak mengantongi izin dari pihak terkait. Warga semakin resah karena konon aktivitas padepokan itu lebih mengarah pada kegiatan ritual yang beraliran menyimpang dari ajaran Islam, seperti kungkum (berendam) tengah malam sebelum salat dan wiridan.

“Selama 30 tahun saya jadi RT di sini, saya belum pernah dilapori pendirian izin padepokan. Tidak pernah ada izin ke masyarakat. Dan selama tujuh tahun itu nggak pernah ada masyarakat yang tahu kegiatannya di dalam itu apa,” paparnya.

Mendapat cecaran bertubi-tubi, Gus Antok akhirnya mengaku minta maaf dan siap dibina untuk kembali ke jalan yang benar. Menurutnya, sebenarnya selama ini kegiatan padepokannya hanya membina majelis, namun jika memang dianggap sesat, ia mengaku bertobat dan tidak akan mengulangi lagi.

Ketua MUI Sragen, Minanul Aziz mengatakan secara prinsip MUI siap membina dan meluruskan jika pemilik sudah menyadari kesalahannya. Namun mengenai indikasi ajaran sesat, menurutnya, perlu kajian lebih mendalam bagaimana kegiatan sebenarnya hingga buku pedomannya. Soal penghancuran aset juga perlu pemilahan mana yang menjurus kemusyrikan dan harus dihancurkan serta mana yang tidak.

Kasie Pendidikan Keagamaan dan Ponpes, Kemenag Sragen, Fachrudin mengatakan dari catatan Kemenag, izin untuk Padepokan Santri Luwung diterbitkan tanggal 29 Desember 2006 namun peruntukannya sebagai Ponpes. Sehingga ketika realitanya dinilai menyimpang dari peruntukan, pihaknya berharap penertibannya pun juga harus sesuai aturan untuk kemudian dilakukan pembinaan.

Sumber : Joglosemar.co

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Sales Contact

INFO IKLAN

Untuk informasi pemasangan iklan dan pemesanan khusus creative iklan dapat menghubungi marketing hariansragen.com melalui e-mail:


Email : hariansragen@gmail.com